dblindonesia.com | 02-Mar-2012
TANGERANG- Untuk seri 2012 ini, panitia Honda DBL memang tidak bisa menutup mata soal potensi pebasket-pebasket muda asal Banten. Tahun lalu saja, Banten mampu meloloskan 4 wakilnya berlaga ke luar negeri. Di deretan pertama, ada dua Most Valuable Player seri 2011, Cassiopea Manuputty dan Atrillia. Keduanya sempat terpilih masuk ke skuad DBL All Star. Ganjarannya, dua remaja itu pun langsung diberi kesempatan tampil di Seattle, Amerika Serikat.
Selanjutnya, ada Andromeda Manuputty, pelatih UPH College. Kepiawaian racikan strategi kakak kandung pemain pelatnas bulu tangkis Bellaetrix Manuputty itu sudah cukup teruji. Tiga kemenangan yang mampu disabet saat tanding di Australia pada saat menukangi tim putra DBL Indonesia Selection adalah garansi hebatnya kualitas Honda DBL di Banten.
Dan yang terakhir, ada Annisa Widyarni. Tahun lalu, dara kelahiran Bandung, 7 Juli 1995 itu sudah berhasil “menyusup” ke skuad Honda DBL Selection. Dan buah permainannya, mampu menghasilkan dua kemenangan saat timnya berjuang di Negeri Kanguru, Australia. ”Tahun lalu empat orang dari Banten memang terpilih ke tim DBL All Star dan DBL Selection untuk tanding di Australia dan Amerika Serikat. Sekarang, kesempatan untuk itu tetap kami buka. Syaratnya ya harus terpilih dulu ke dalam League DBL First Team,” terang, Irzan Aslam, Coordinator Honda DBL 2012 Banten Series, kemarin (1/3).
Psywar nominasi untuk lolos ke DBL Indonesia All Star pun langsung terjadi. SMA Tarsisius Vireta, langsung menyebut tiga nama yang dinilai punya potensi besar untuk menghuni first team Honda DBL. Pertama, ada kapten tim, Leonardy. Berikutnya, ada Fiselius Ignatius Lagar Tolok. Dan yang terakhir, ada Rudy Christiady. ”Yang saya anggap memiliki peluang besar memang tiga nama itu. Semuanya bigman. Skillnya sangat oke.
Mental tandingnya pun sudah di atas rata-rata karena mereka juga ikut terpilih ke dalam tim Popda Banten,” terang Mathew Verne Prastyo, pelatih tim basket putra SMA Tarsisius Vireta, kemarin (1/3). Menanggapi komentar pelatihnya, kapten tim basket putra SMA Tarsisius Vireta, Leonardy, mengaku siap menjawabnya dengan kerja keras. Remaja kelahiran Jakarta, 23 Februari 1995 ini, juga siap mengordinir permainan tim, utamanya pada laga perdana melawan SMAN 1 Tangerang, 17 Maret mendatang.
”Semuanya pasti siap kerja keras. Apalagi ada bonus terbang ke Seattle. Sekarang kami tinggal memperbaiki permainan tim. Ya, mudahmudahan salah satu dari kami ada yang bisa diberi kesempatan untuk bertanding dengan tim-tim kuat di Amerika,” harapnya. (ags)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar