Total Tayangan Halaman

Selasa, 06 Maret 2012

Indonesia Mampu Produksi EBT

Indonesia mampu memproduksi sumber energi baru terbarukan (EBT) yang dapat menggantikan posisi bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil. Hal itu dikatakan Staf Khusus Presiden bidang Pangan dan Energi Jusuf pada diskusi terbatas bertajuk Membangun Indonesia sebagai Lumbung Energi, di Bina Graha, Jakarta, Senin (5/3).

Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pertanian, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Kementerian Koperasi dan UKM terus berkoordinasi untuk menciptakan mata rantai produksi EBT. “Kita telah menjadi korban instabilitas politik dan keamanan di Timur Tengah. Pasokan minyak dunia terganggu, sehingga terjadi lonjakan harga,” ujar Jusuf.

Dia mengatakan, Indonesia juga dapat memanfaatkan produksi minyak sawit yang melimpah, tumbuhan jarak pagar yang dapat tumbuh subur, kemiri sunan, tenaga surya, dan mikrohidro sebagai bahan bakar. Selain itu, sampah kota dan kotoran sapi juga dapat diolah menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai sumber EBT.

“Negeri kita kaya. Kita harus kurangi secara ber tahap penggunaan BBM berbasis fosil. Kita gunakan EBT,” ujar dia. Menurut Jusuf, keputusan Pemerintah Iran menghentikan ekspor minyak ke Inggris dan Prancis yang diperparah oleh konflik negeri itu dengan Amerika Serikat terus mendongkrak harga minyak di pasar internasional.

Saat ini, lanjut dia, harga minyak mencapai US$ 118 per barel. Keadaan ini berdampak langsung pada APBN 2012, yang mematok harga minyak sebesar US$ 90 per barel. “Keadaan ini harus kita jadikan sebagai peluang untuk menciptakan EBT menggunakan kekayaan keanekaragaman hayati di negeri ini,” jelas Jusuf.

Menurut dia, pemerintah dapat menghemat Rp 36,6 triliun jika menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 1.500 per liter. Penghematan itu seharusnya dapat dialokasikan untuk penelitian dan pengkajian tentang pengembangan EBT sebagai substitusi penggunaan energi fosil.

“Perlu dukungan fiskal untuk pengembangan EBT, sebab diperlukan penelitan, pemetaan lokasi lahan dan tanaman. Diperlukan teknologi budidaya tanaman yang tepat untuk tingkatkan produktivitas sumber bahan baku EBT,” jelas Jusuf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar