Bersama Hendru dan Pringgo, Paling Improve di Musim Kedua
Persaingan Flexi NBL Indonesia 2011-2012 jauh lebih ketat dibandingkan musim lalu. Satria Muda (SM) Britama Jakarta yang menduduki puncak klasemen sudah merasakan tiga kali kekalahan sampai seri keempat. Mereka harus tancap gas dalam seri kelima di DBL Arena Surabaya pada 10-18 Maret mendatang untuk mempertahankan posisi.
Semakin ketatnya persaingan itu tidak lepas dari meningkatnya kualitas tim-tim kontestan. Beberapa rookie langsung tampil hebat. Sebaliknya, beberapa pemain yang musim lalu tampil buruk musim ini mampu melompat begitu tinggi. Mereka menjadi pemain terbaik di tim masing-masing.
Rookie yang langsung tampil hebat di antaranya adalah Arki Dikania Wisnu (SM) dan Christ Gideon (Garuda Speedy Bandung). Dari barisan pemain yang paling improve, ada guard CLS Knights Good Day Surabaya Andrie Ekayana, Hendru Ramli (Garuda), dan Pringgo Regowo (Dell Aspac Jakarta). Meski tidak sesensasional tiga nama tadi, Agustinus Dapas Sigar (Muba Hangtuah) dan Galank Gunawan (SM) juga menunjukkan peran yang jauh lebih baik dibandingkan musim lalu.
Musim lalu Yayan -panggilan akrab Andrie Ekayana- seolah-olah sudah habis. Pemain yang ikut mengantarkan Indonesia meraih medali perak SEA Games 2007 tersebut menderita cedera lutut kiri amat parah. Saat itu debutnya di NBL baru dilakukan pada seri ketiga di Solo.
Trauma pada cedera parah membuat dia hanya bisa bermain 12 kali. Catatannya pun sangat buruk, mencetak 23 poin atau 1,9 poin per game. Selain itu, pemain kelahiran Malang tersebut mencatat 21 turnover.
''Bagaimana lagi, saya nggak bisa main seperti aslinya. Kaki saya belum fit benar. Tubuh juga tidak berada pada kondisi terbaik,'' kenang Yayan kemarin (6/4).
Musim ini mantan bintang Bimasakti Nikko Steel Malang itu meledak. Kepercayaan pelatih anyar CLS Risdianto Roeslan dibayarnya dengan penampilan hebat. Pemain 30 tahun itu menjadi pencetak poin tersubur ketiga bagi CLS dengan 175 poin. Gerakan-gerakan akrobatiknya dalam mencari celah menuju ring sering membuat defense lawan kalang kabut.
Pemain bertinggi 182 cm itu menyatakan, tryout ke Australia pada 31 Mei-13 Juni 2011 menjadi kunci kebangkitannya. Kondisi fisik, teknis, dan yang terpenting kepercayaan dirinya meningkat tajam.
''Itu merupakan tes pertama pascacedera. Memang capek, namun di sana kami melawan musuh yang besar-besar. Ternyata, tes tersebut terlewati dengan baik,'' ucapnya.
''Sekarang tinggal menjaga badan. Semoga nggak cedera lagi. Saya gembira karena bisa memberikan kontribusi yang lebih besar kepada tim,'' imbuhnya.
Lompatan Hendru tidak kalah tinggi dari Yayan. Musim lalu Hendru yang berada di bawah bayang-bayang nama besar seperti MVP I Made Sudiadnyana dan Denny Sumargo hanya mencetak 111 poin meski bermain dalam 26 laga. Kini dalam 21 pertandingan saja dia sudah membukukan 203 poin.
Asisten pelatih Garuda A.F. Rinaldo setuju bahwa permainan pemain 24 tahun tersebut meningkat tajam. Hendru mampu diandalkan Garuda untuk mendulang poin dari tembakan jarak jauh.
''Dengan posturnya yang ideal (188 cm), Hendru punya potensi besar. Apalagi, dia selalu ngotot dan hustle ketika diberi kepercayaan. Saya yakin, dia akan masuk timnas kalau konsisten,'' kata Inal -panggilan Rinaldo. (nur/c8/ang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar