Pemuncak Klasemen Bisa Berganti Akhir Seri IV Ini
CLS Knights Good Day Surabaya bikin geleng-geleng kepala kemarin (23/2). Menghadapi Satria Muda (SM) Britama Jakarta, tim terkuat di Flexi NBL Indonesia, mereka bisa leading sejak awal hingga akhir pertandingan. Tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut menekuk SM dengan keunggulan 25 poin (73-48).
Itu adalah kekalahan ketiga SM musim ini. Sebaliknya, bagi CLS, itu adalah kemenangan kedua mereka atas SM. Sebelumnya, dalam pertemuan pertama di Solo, CLS menang tipis 65-59. SM menderita satu kekalahan lainnya saat bertemu Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta.
''Strategi kami berjalan mulus di lapangan. Kami nggak punya beban pikiran apa pun. Yang terpenting, kami main bagus,'' kata Risdianto Roeslan, pelatih CLS Knights, tentang kemenangan timnya.
Tidak diperkuat center Agustinus Indrajaya yang cedera, CLS tidak gentar saat menghadapi SM yang diperkuat pemain dengan postur lebih besar. Sejak awal pertandingan, mereka langsung menekan. Tembakan dua angka Andrie Ekayana pada kuarter pertama yang menyisakan 4 menit 56 detik membuat CLS unggul 12-2. CLS yang mengandalkan kecepatan mengakhiri kuarter pertama dengan keunggulan 16-6.
Cepat dalam menyerang dan ngeyel dalam bertahan membuat SM seolah alergi dengan permainan CLS. SM yang biasanya dikenal bermain rapi sering melakukan turnover. Banyak tembakan jarak dekat maupun jarak jauh mereka yang meleset. Bahkan, dalam urusan rebound, SM yang sebelumnya jauh di atas CLS mampu dikalahkan.
Herman Lo yang diturunkan sebagai starter di posisi center untuk menggantikan Indrajaya menjalankan tugasnya dengan baik. Yayan -panggilan akrab Andrei Ekayana-juga demikian. Turun sebagai starter, dia menjadi top scorer bagi CLS dengan 18 poin. Rachmad Febri Utomo menjadi pendulang angka tertinggi kedua dengan 14 poin.
''Saya nggak kaget dengan performa Yayan dan Febri. Mereka pemain berpengalaman dan mengeluarkan kemampuan terbaik malam ini (kemarin, Red),'' kata Risdianto. ''Indra adalah sosok yang penting di tim ini. Tanpa dia, kami harus bermain cepat dan agresif dalam melakukan boxout,'' ujar Yayan.
Point guard Dimaz Muharrimenjadi top rebounder secara mengejutkan dalam pertandingan kemarin dengan 8 rebound. Catatan itu sama dengan forward SM Christian Ronaldo Sitepu. Dalam laga kemarin, Dimaz juga mampu membuat takjub fans yang memenuhi GOR Merpati, Denpasar. Dia memasukkan bola dengan melakukan gerakan layup berputar 360 derajat (turn around layup) pada kuarter keempat yang membuat kedudukan 65-38.
Pelatih kepala SM Octaviarro Tamtelahitu mengakui bahwa CLS bermain lebih bagus kemarin. ''Saya kira, effort pemain CLS untuk mengejar kemenangan lebih besar. Itu saja,'' kata pelatih yang akrab disapa Ocky tersebut.
Kemenangan CLS kemarin akan membuat persaingan menuju championship series semakin seru. Pada akhir seri keempat nanti bisa saja terjadi pergantian puncak klasemen yang sejak seri pertama lalu dikuasai SM.
Besok SM akan berhadapan dengan Garuda. Garuda hanya mengoleksi satu kekalahan lebih banyak daripada SM. Jika Garuda menang, poin mereka akan sama. Jika demikian, perbandingan produktivitas akan menentukan siapa yang berhak berada di puncak. Aspac yang masih menyisakan dua pertandingan juga berpeluang merangsek ke puncak klasemen. (nur/c12/ang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar