Berakhir sudah seri keempat Flexi NBL Indonesia di GOR Merpati, Denpasar, Bali, kemarin (26/2). Dibandingkan dengan tiga seri sebelumnya, seri keempat adalah yang paling seru. Tim-tim papan atas bisa saling mengalahkan. Tidak ada satu pun tim yang menyapu bersih kemenangan.
Empat tim tampil baik pada seri di Bali dengan hanya menderita satu kekalahan. Mereka adalah CLS Knights Good Day Surabaya, Satria Muda (SM) Britama Jakarta, Garuda Speedy Bandung, dan Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan. CLS bermain enam kali, sedangkan tiga lainnya lima kali.
Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta yang sempat jadi bulan-bulanan, dikalahkan Muba dan Stadium, juga berhasil bangkit pada hari terakhir kemarin. Mereka menekuk Dell Aspac Jakarta dengan skor tipis 60-57.
Jika persaingan selama seri keempat saja sudah begitu ketat, seri kelima dan keenam tentu bakal lebih sengit. Saat itu setiap kemenangan akan memiliki pengaruh yang lebih besar pada posisi di klasemen. Tim-tim juga akan memburu kemenangan besar karena goal average akan sangat berpengaruh jika ada dua atau lebih tim yang memiliki raihan poin sama.
Pelatih PJ Rastafari Horongbala membenarkan kian ketatnya NBL. ''Sekarang saya tidak pilih-pilih posisi. Terpenting adalah masuk championship series. Sebab, melawan siapa saja akan bahaya, liga ini tambah seru karena semua tim saling mengalahkan,'' ungkap Rastafari kemarin.
Sampai berakhirnya seri keempat, PJ berada di peringkat keempat dengan 38 poin. Poin mereka sebenarnya sama dengan CLS yang ada di urutan kelima. Posisi PJ lebih baik karena unggul goal average. Sedangkan rekor head-to-head kedua tim imbang 1-1.
''Masih ada dua seri tersisa. Posisi paling ideal sebetulnya ya nomor satu atau dua. Semoga kami bisa mengejarnya. Apa pun bisa terjadi,'' kata kapten Erick Christopher Sebayang.
Laga Aspac melawan PJ kemarin berlangsung sangat seru dan menegangkan. Sejak kuarter pertama, kedua tim saling susul perolehan angka. Margin poin juga sangat tipis, tidak pernah lebih dari tujuh angka.
PJ memang unggul empat poin pada akhir kuarter keempat. Namun, Aspac terus memberikan tekanan dan mengejar. Saat pertandingan menyisakan empat menit, kedudukan sama kuat (52-52).
Aspac unggul dua poin setelah forward Fandi Andika Ramadhani dengan sigap melakukan layup. Namun, momentum tersebut lepas setelah Erick Sebayang melesakkan tembakan tiga angka saat waktu kurang dua menit dan membikin timnya memimpin satu poin (58-57).
Defense ketat dua tim membuat keunggulan terus bertahan hingga pertandingan kurang 20 detik. Aspac memiliki peluang bagus saat point guard Mario Gerungan melakukan fast break.
Namun, kesempatan itu lepas karena Mario memilih memberikan bola kepada forward Pringgo Regowo yang berdiri tidak dalam kondisi terbaik. Hasilnya, Pringgo gagal menembak dan membuat Aspac menderita kekalahan.
Shooting guard Ary Chandra memastikan kemenangan timnya dengan skor 60-57 setelah dua free throw-nya saat pertandingan kurang enam detik menemui sasaran.
Rastafari memuji pemainnya yang kuat menghadapi tekanan besar lawan dan akhirnya mendapatkan momentum kemenangan. ''Game-nya rame dan seru. Namun, anak-anak masih melakukan kesalahan dan terburu-buru saat mendapatkan peluang di waktu kritis. Untunglah, mentalitas kami berbeda dari dua game awal lalu,'' tandas Rastafari.
Sementara itu, pelatih kepala Aspac Tjetjep Firmansyah mengatakan, kesalahan dua kali dari Mario Gerungan membuat timnya gagal menang. ''Namun secara keseluruhan, anak-anak sudah bermain dengan baik. Game plan sudah jalan. Hanya, saat kritis, Mario melakukan dua kali kesalahan fatal,'' jelasnya. (nur/c10/ang)
Story Provided by Jawa Pos (http://www.nblindonesia.com/v1/index04.php?page=newsdetail&id=1773)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar